Baduy – sebuah kenangan perjalanan

Posted: July 3, 2010 in Uncategorized
Tags: ,

Mengenang jalan-jalan quartal pertama tahun 2008 hehehehehe waktu itu awal-awal menginjakkan kaki lagi dijakarta untuk mencari sebutir berlian segenggam emas.

Berikut kenangannya :

Kedatangan perjalanan kami disambut oleh patung selamat datang satu keluarga yang menunjukkan kesederhanaan pedesaan yang erat dengan bapak tani dan keluarganya.

Perjalanan yang cukup melelahkan dari Tangerang dengan tiga kali berganti kendaraan umum.

Kami sempatkan makan siang sebentar di kedai kecil di dekat tempat ini sekalian menunggu orang yang akan mengantar kami masuk ke daerah suku baduy. ( kalau ga salah inget nama guide nya : Mang Udi )

Akhirnya perjalanan kami lanjutkan beserta guide kami setelah istirahat sejenak.

Suku baduy terbagi dua daerah Baduy Luar dengan ciri fisik memakai baju hitam, dan Baduy Dalam dengan ciri fisik memakai baju putih. Entah apa maksudnya pencirian ini, guide kami tidak bisa menjelaskan detailnya.

Kami juga tidak ambil pusing masalah ini karna tujuan kami kesini memang hanya jalan-jalan meski bagi saya perjalanan ini lebih hanya sekedar jalan-jalan saja.

Ketertarikan pada kultur yang mendorong saya mengikuti perjalanan ini.

Oh ya ketika mau bertemu sesepuhnya orang Baduy Dalam kita harus membawa minyak wangi, kemenyan, kain putih. Yang semuanya bisa dititipkan pembeliannya pada warga disekitar patung ini. Saya iseng-iseng membawa ini. Pinginnya sih bertemu dengan sesepuhnya supaya bisa ngangsu kawruh kalau diijinkan.

Setelah melapor pada pihak yang berwajib disitu kami mulai melangkahkan kaki kami menuju kampung suku Baduy. Sebelum masuk Baduy Dalam kami harus melewati kampung Baduy Luar Dahulu. Sepanjang perjalanan kami banyak bertemu dengan penduduk setempat.

Kesederhanaan selalu tampak dimana mana. Kehidupan yang menurut saya sangat harmonis dengan alam.

Setiap pagi dari jam 5 an wib sampai jam 6 sore wib para lelaki di suku ini bekerja di ladang dengan cara2 tradisional.

Tidak ada listrik tidak teknologi. Jadi ketika matahari mulai tenggelam maka tempat ini hanya diterangi oleh lampu minyak.

( Sampai di baduy luar kami menikmati suasana kampung itu dulu sambil beristirahat sebelum melanjutkan ke kawasan baduy dalam. Setelah makan malam bersama dengan bbrpa penduduk disitu dari satu dos mie instan yang kami bawa kami melanjutkan perjalanan menuju baduy dalam. Perjalanan yang dimulai dari sekitar jam 7 malam dimana hari sudah keliatan gelap. Dengan berbekal beberapa senter kami melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan entah hanya sebuah ilusi atau beneran dr kejauhan di suatu titik perhentian terdengar suara harimau. Karna kelihatannya cuman saya yang mendengar ya sudah saya cuekin hehehehehe. Syukur alhamdullilah kami diberi sehat dan selamat sampai di baduy dalam. )

Kami menginap semalam di Baduy Dalam dengan sambutan yang begitu ramah. Perjalanan yang mengesankan.

Comments
  1. rv says:

    kapan eikeh diajak kmarih neh……
    :siul:

  2. sketsalaku says:

    kapan yak enaknya :-” Tinggal diatur waktu nya dan biayanya :Peace:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s