Lingga – Yoni

Posted: July 21, 2010 in Sejarah
Tags: ,

Sering ketika kita berwisata di candi kita temukan di dalam candinya sebuah batu bulat panjang yang terletak di sebuah tempat seperti meja yang berlubang.

Batu bulat panjang itu bernama LINGGA sedangkan yang seperti meja itu adalah YONI. Lingga adalah simbolisasi fisik dari Penis dan Yoni adalah simbolisasi fisik dari Vagina. Nah loh ?

Apa yang ada dalam pikiran anda? Tabu? Jorok? Porno?

Tunggu dulu, jangan terburu-buru menjudge kalau anda belum tau apa makna dari simbol itu.

Pikiran tabu, jorok, porno adalah sesuatu yang mungkin wajar dalam persepsi kita karena memang itu pikiran yang mungkin selama bertahun-tahun di tradisikan dalam lingkungan keluarga, masyarakat kita. Tahukah anda bahwa pemikiran itu sebenarnya adalah sebuah degradasi moralitas? Pola pikir yang dibawa oleh budaya pikir timur tengah, di mana pada jaman dulu terjadi kemerosotan kesadaran / kebobrokan moral disana sehingga sampai diturunkanlah Nabi-nabi disana.

Mari coba kita sedikit kupas makna dari LINGGA YONI :

YONI pict

LINGGA pict

DIVYA BHAVA pict

LINGGA = simbolisasi atma atau roh kita
YONI = kesadaran atma atau kesadaran roh

Dan penetrasi lingga ke dalam yoni menyimbolkan kembalinya kesadaran/kembalinya kekuatan atma yang selama ini terselimuti dan tidur nyenyak oleh pengaruh maya,pengaruh materi.

Makanya jangan sampai merasa kotor karena suka ber sex ria dengan pasangan kita, yang pada akhirnya membuat kita merasa tidak pantas,tidak nyaman berdoa dan menjauhi ibadah(spiritualitas) sedikit demi sedikit dan akhirnya lupa sama sekali beribadah(berspiritualitas) terkukung dalam perasaan bersalah.

Ini terus bukan berarti saya pendukung freesex loh , soalnya ada catatannya :
lakukanlah hubungan sex asal tidak saling menyakiti; menyakiti pasangan, menyakiti orang tua pasangan, menyakiti orang-orang di sekitar pasangan sex kita ,yang berarti : PERNIKAHAN

MEMAKNAI PERSENGGAMAAN / HUBUNGAN BADAN

Persenggamaan, persetubuhan, aktifitas sexual badaniah adalah dimana dua orang lawan jenis melakukan persebadanan sehingga mencapai puncak kenikmatan, ini hanya perwujudan kasar, perwujudan rendah dari persenggamaan, persetubuhan, aktifitas sesual yang sebenarnya, yaitu PENYATUAN KEMBALI KESADARAN DENGAN SANG ATMA.

Aktifitas sexual rendah, dinamakan Pashu Bhava atau aktifitas sex hewaniah.
Aktifitas sexual yang sesungguhnya, yaitu PENYATUAN LINGGA DAN YONI, dinamakan Divya Bhava atau aktifitas sex illahiah.

Kita harus bangkit pelahan-lahan, dari Pashu Bhava menuju Divya Bhava.

Jika kita sering melakukan aktifitas sexual badaniah berlebihan, Kundalini yang hendak bangkit naik ke atas menemui Atma, akan tersalurkan ke bawah. Hanya akan tersalurkan menjadi gejolak sexualitas badaniah semata. Maka, pertemuan Kundalini dan Atma, akan terganggu.

Jika kita mampu mengendalikan aktifitas sexual yang berlebihan, Kundalini akan cepat bangkit naik keatas, menuju puncak cakra, menghampiri Atma yang sudah merindui-Nya…

Aktifitas sex hewaniah atau Pashu Bhava adalah aktifitas Atma dalam kondisi keterbatasan kesadaran-Nya yang remang-remang. Atma sejatinya ‘merindukan kenikmatan orgasme spiritual’. Namun Dia belum menemukan cara yang tepat.

Atma menyangka, kenikmatan itu bisa diperoleh dengan mencari diluar badan fisik ini. Padahal ‘kenikmatan’ itu hanya bisa didapat dan ditemukan didalam diri sendiri.

Kenikmatan orgasme hasil dari sex hewaniah, cenderung meruntuhkan kesadaran diri. Hal yang paling fatal adalah keterikatan dengan wujud-wujud fisik yang molek, gagah, cantik, tampan, yang disodorkan oleh Alam Maya. Padahal kamu telah paham, semua perwujudan yang disodorkan Maya tidaklah kekal adanya, mudah hilang.

Apabila hukum Maya berlaku, yaitu ada pertemuan pasti ada perpisahan, maka Atma yang sudah terlanjur melekat terikat dengan wujud-wujud indah yang disodorkan Maya, apabila perpisahan sudah waktunya terjadi, maka kesedihan, penderitaan, patah hati, akan mudah menjerat Atma yang bodoh ini.

Selain itu, kemelekatan atau keterikatan pada kenikmatan sex hewaniah yang disodorkan Maya, pada beberapa kasus bisa membuat Atma lupa daratan dan terus terobsesi untuk mencari dan mencari. Apabila obsesi ini terlalu besar mendominasi kesadaran Atma, maka, kapan Dia bisa lepas dari belenggu Maya?

Mengapa simbol itu ada di dalam Candi?

menurut saya :

1. Karena disitulah tempat yang tepat supaya tidak terjadi pergeseran nilai dan tujuan kenapa kedua alat reproduksi itu dipajang. Lain ceritanya kalau dipajang didiskotik.

2. Simbolisasi pencapaian kesadaran tinggi spiritualitas . Kalau dalam bahasa jawa ,manunggaling kawula gusti, curiga manjing warangka

So? Bagaimanakah menurut anda? Dalam kan maknanya?

Semoga dapat menjadi pembelajaran buat kita untuk semakin dapat memahami peninggalan-peninggalan leluhur.

source : diambil dari berbagai sumber

Comments
  1. rv says:

    nice share … it was just like reading my long burried childhood memory. ahahha. funny rite?? this concept actually popped my mind during my elementary school.

    >>>sacred intercourse.<<<

    finally meets the answer

    :-*

  2. m4stono says:

    nais inpoh mbah juragan:mrgreen:

  3. mencerahkan.menginspirasi. dan aku suka . trimakasih sudah berbagi.

  4. anwar says:

    sangat bermakna..
    ijin share Kang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s